( 06 - maret 2009 )
filsafat...
dalam pendidikan matematika,
perlu adaanya keyakinan untuk mempelajari filsafat. karena kita adalah orang timur yang notabennya dalam hal filsafat lebih kepada religiusitas.
salah-salah persepsi tentang yang dipelajari kita malah dikira melencengkan ajaran agama.
sangat susah memang, untuk menghubungkan antara matematika dan filsafat.
karena beberapa hal didunia ini tak cukup hanya di pikirkan dengan logika saja, kadang kala menyakini dengan hati merupakan segalanya. Anugrah, rizki, kesempatan dan yang paling aneh sekalipun berbentuk keberuntungan yang dalam bahasa paranormal dikatakan sebagai "keajaiban", merupakan hal-hal yang sangat abstrak yang coba kita uraikan dalam bentuk persamaan-persamaan matematika. Bagaimana menghitung segala sesuatu di dunia ini, mulai dari peta kekuasaan, cara pergi ke bulan, sampai energi yng dibutuhkan untuk memberikan suatu reaksi atas aksi-aksi yang terjadi di sekeliling kita.
bahkan untuk meyakini bahwa bumi itu bulat dn berotasi serta berevolusi, membutuhkan waktu yang lama agar bisa diterima akal sehat manusia. walaupun semuanya itu ada dalam batas ruang dan waktu.
berbicara soal waktu tak bisa kita lepaskan dari kesempatan kita untuk melewati waktu tersebut. Kesempatan yang langka untuk menghadapi kejadian langka juga. kesempatan yang hanya muncul 1 kali dlam 1 waktu.
tidak seperti khayalan para komikus aataupun cuma pelamun yang akan bisa membuat mesin waktu. sehingga bisa mengulang kejadian penting selama berkali-kali.
peluang kita unyuk ada dalam ruang dan waktu yang sangat berharga dan moment-moment penting hanya ada 1 x dalam dalam 1 waktu. mungkin jika memang ada mesin waktu kita bisa mengulangnya. namun jika tidak ada ???
semuanya hanya akan menjadi mimpi yang tak akan pernah terbeli,
seperti membuang air di gurun pasir padahal oase masih sejauh 2000Km..
jangan bunuh diri.
terima kasih sukra yang telah mengingatkanku untuk tidak "bunuh diri"
Rabu, 11 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar