Sabtu, 14 Maret 2009

HANYA SEBUAH CERITA...

Cenayang akhir zaman

Menanti ajal sang waktu yang masih saja terus bergulir. Berputar tanpa alasan yang pasti karena hanya Tuhan yang mengetahui tentang takdir alam. Aku sebagai makhluknya hanya mampu menebak dan menjalani sesuai arahan dari alam. Tapi kenapa selalu ada hal yang tak selaras dengan perasaanku, aku harus menerima atau memberontak kepada waktu, kepada alam, kepada sang cenayang ?

Lelah aku berdiri, tanpa ada tujuan yang pasti, sebenarnya sudah ada tebakanku atas perlakuan dunia. Tapi aku hanya manusia yang kecil. Akulah semut di tangah padang pasir gelap diterpa angin malam tanpa ada penghalang.

Bagi-Nya aku tidak ada apa-apa, meskipun itu sudah jadi aturan yang harus di lakukan tapi aku juga punya keinginan. Entah ini datang darimu atau dari nafsu penggoda.

Dalam rentetetan takdirmu atas diriku, aku berharap aku bisa mampu menjaganya. Aku bisa membawanya menuju jalan yang Engkau ridhoi.

Sebenarnya apalah arti dari kehidupan selama ini? Apa yang harus dilakukan oleh manusia seperti aku? Aku hanya bisa terdiam membisu dalam tatapan kalbu yang menggelora saat aku harus terdiam bersama sang awan dan tetap berlari di antara bintang malam. Di bentangan langit luas. Dan juga bersama awan yang menghitam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar